Telpon: +623706177837 Email: [email protected]

Program Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) Kecacingan Balita Dan Anak Sekolah Periode Agustus – September 2022

Penyakit Kecacingan bisa menyebabkan Stunting pada anak. Meski Infeksi cacing bisa menyerang usia berapapun, anak-anak masih memiliki resiko paling tinggi terserang penyakit ini sebab anak-anak masih suka bermain disegala tempat termasuk yang bisa jadi menjadi terkontaminasi berbagai bibit penyakit. Ditambah lagi karena sistem kekebalan tubuh anak belum sempurna, anak-anak jadi rentan terserang penyakit. Ada berbagai resiko kesehatan yang bisa menghantui saat anak cacingan, salah satunya gangguan pertumbuhan yang menyebabkan tubuh anak lebih pendek ketimbang teman-teman seusianya, ini disebut Stunting. Menurut Public Library of Science, ada dua macam dampak yang ditimbulkan dari cacing yang menyerang anak-anak yakni amenia dan stunting. Penyebab anemia diantaranya karena kekurangan zat gizi mikro seperti zat besi, asam folat dan Vitamin B12.

Sementara pada stunting, masalah mulai ketika cacing menyerap nutrisi pada tubuh anak. Hal ini akan menyebabkan nafsu makan anak menurun, sehingga lama kelamaan anak mungkin saja mengalami masalah kekurangan gizi. Jika masalah gizi ini tidak ditangani dengan segera, maka pertumbuhan fisik anak bisa terpengaruh. Inilah yang akhirnya jadi penyebab Stunting. Lebih jauh, kondisi ini tentu akan melemahkan fungsi otak anak, meningkatkan resiko terserang penyakit infeksi, hingga membuatnya tidak selincah anak-anak lain seusianya.


Bahaya cacingan pada anak

  1. Pertumbuhan anak terganggu. Infeksi cacing pada masa awal pertumbuhan dapat membuat berat dan tinggi badan dibawah rata-rata
  2. Perkembangan motoric dan kinerja kognitif terganggu, sehingga kemampuan konsentrasi dan belajar di Sekolah menjadi menurun dan membuat anak sulit berprestasi
  3. Potensi kecerdasan anak menjadi berkurang dan tidak maksimal, karena nutrisi yang harusnya diserap oleh otak diserap oleh cacing yang ada didalam tubuh
  4. Anak menjadi kurang gizi, mudah sakit, lelah dan rewel karena makanannya diserap cacing dan nafsu makannya menurun
  5. Anak menjadi anemia karena cacing mengisap darah dalam tubuh
  6. Jika cacing sudah berkembang biak terlalu banyak dalam tubuh, harus dikeluarkan dengan cara pembedahan
  7. Keluarnya selaput lendir pada anus (pada infeksi cacing cambuk)

Dalam upaya pencegahan kecacingan dan stunting pada anak, Dinas Kesehatan bersama Unit Pelaksana Teknis (UPT)-nya menyelenggarakan Program Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) Kecacingan Balita Dan Anak Sekolah. Program ini dilaksanakan selama bulan Agustus hingga September tahun 2022 ini. Program ini menyasar balita dan siswa di KB-TK/PAUD, Sekolah Dasar (SD)/Madrasah Ibtidaiyah (MI), serta Posyandu Keluarga. Pada sekolah-sekolah, program ini mengambil momen Sabtu Budaya dengan kegiatan sarapan bersama yang dirangkai dengan kegiatan minum Obat cacing bersama di sekolah.


Adapun gambaran secara garis besar program yang dilaksanakan yakni:

  1. Pemberian informasi terkait obat cacing yang diberikan oleh pemerintah minimal 2 x setahun
  2. Obat cacing yang diberikan pada anak usia sekolah di SD/MI, KB-TK/PAUD dan anak balita di Posyandu adalah tablet Albendazol 400 mg. Tablet tersebut dapat ditelan, dikunyah ataupun digerus dan dicampur dengan air secukupnya bagi anak yang kesulitan makan obat. Dosis Albendazol untuk anak usia 1 - <2 tahun adalah ½ tablet (200 mg) dan anak ≥ 2 tahun adalah 1 tablet (400 mg)
  3. Jumlah sasaran kegiatan POPM Kecacingan pada balita dan anak sekolah periode kedua (bulan Agustus - September) adalah ± 83.021 anak 
  4. Kegiatan POPM kecacingan pada balita di posyandu biasanya terintegrasi dengan kegiatan pemberian viatamin A, sedangkan untuk kegiatan POPM kecacingan di sekolah biasanya bersamaan dengan kegiatan penjaringan kesehatan anak sekolah walaupun kadang tidak selalu berbarengan juga.
  5. Pelaksanaan kegiatan POPM Kecacingan disekolah dilakukan dengan berbagai macam kreasi di masing-masing sekolah. Ada yang dilakukan saat kegiatan Sabtu Budaya yaitu diawali dengan acara sarapan bersama dan dilanjutkan dengan minum obat cacing bersama (SDN 9 Mataram). Kegiatan Minum obat cacing kadang dilakukan dari kelas ke kelas dan ada juga beberapa sekolah mengumpulkan anak-anak dihalaman sekolah. Sebelumnya anak-anak diberikan penyuluhan dulu tentang penyakit cacingan (apa itu penyakit cacingan, cara penularan, bahaya cacingan dan pencegahannya). 
  6. Anak-anak juga diinformasikan cara minum obat cacing terutama bagi yang tidak terbiasa minum obat. Sebelumnya anak-anak ditanya terlebih dahulu apa dalam keadaan sehat, apakah sudah sarapan atau belum, apakah anak-anak sudah minum obat cacing sebelumnya atau belum. Anak-anak yang belum mendapatkan obat cacing saat kegiatan POPM Kecingan di sekolah, maka akan dititipkan ke gurunya untuk diberikan saat anak tersebut sudah masuk sekolah kembali.

Setiap bagian dari program ini berharap, dengan paham dan mengertinya masyarakat terhadap bahaya yang ditimbulkan oleh cacingan, maka akan lebih mudah bagi kita semua untuk melakukan kegiatan pencegahan. Yuk, rutin minum obat cacing!

Related News