MELAYANI SEPENUH HATI

Category Archives: P3PPL

PIN POLIO KOTA MATARAM TAHUN 2016

indexMATARAM – Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio 2016 dilaksanakan secara serempak di seluruh Indonesia mulai tanggal 8-15 Maret 2016. Di Kota Mataram, Pencanangan PIN Polio 2016 dilaksanakan oleh Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Mataram Hj Suryani Ahyar Abduh didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram H Usman Hadi di Pos PIN yang berada di halaman Pasar Karang Sukun Mataram pada Selasa (8/3/2016).

Turut hadir pula dilokasi kegiatan segenap jajaran pengurus TP PKK Kota Mataram dan para kader Posyandu Lingkungan Karang Sukun Kelurahan Mataram Timur yang bertugas memberikan Imunisasi Polio bagi para bayi dan balita yang berada di Lingkungan Karang Sukun.

Mengenal Lebih Jauh tentang Virus Zika (Penyebab, Gejala dan Pencegahannya)

Oleh : I Kadek Mulyawan,MPH  (Epidemiolog Kesehatan Muda, Dinas Kesehatan Kota Mataram)

kadekmulDunia kesehatan baru-baru ini sedang digemparkan oleh sebuah temuan virus terbaru yang bisa dibilang cukup membahayakan dan mematikan. Virus tersebut adalah virus Zika. Belakangan ini, pemberitaan mengenai virus Zika, begitu marak dan tengah hangat-hangatnya dibicarakan diberbagai media, baik online maupun media masyarakat terutama televisi di tanah air. 

Hal ini tak lain dikarenakan penyebaran virus ini tengah terjadi di Amerika Latin terutama negara Brazil dan Kolombia. Virus ini disebut-sebut memberi dampak yang cukup serius dan memperihatinkan bagi kesehatan. Kondisi ini seolah menjadi ancaman besar untuk dunia kesehatan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sampai harus membuat satgas khusus untuk serangan virus ini.

Melihat begitu besarnya reaksi terhadap serangan penyakit ini, maka rasanya kita pun perlu memahami seperti apa virus Zika ini, bagaimana penyebarannya dan bahaya untuk kesehatan kita.

PELATIHAN PENGELOLA PROGRAM P2 KUSTA PUSKESMAS DINAS KESEHATAN KOTA MATARAM TANGGAL 27 S/D 31 MEI 2013

Penyakit kusta  masih merupakan masalah kesehatan masyarakat dan menimbulkan dampak sosial maupun ekonomi. Dampak sosial yang terjadi adalah kecacatan yang menimbulkan semakin tingginya stigma dimasyarakat. Sementara itu dampak ekonomi langsung yang ditimbulkan adalah biaya pengobatan, sedangkan yang tidak langsung adalah kehilangan kesempatan bekerja karena kecacatan.Tahun 1991, World Health Assembly telah mengeluarkan suatu resolusi yaitu untuk mengeliminasi kusta  tahun 2000 di tingkat nasional Indonesia telah mencapai eliminasi.

DINAS KESEHATAN MELAKSANAKAN SOSIALISASI PENYAKIT TBC PARU TINGKAT KECAMATAN

Program pemberantasannya penyakit TBC Paru mendapat perhatian yang cukup besar dari pemerintah,terbukti dengan digratiskannya pengeobatan penyakit tbc paru bagi semua semua penderita tanpa memilih status perekonomian penderita. Selain program pengobatan gratis tersebut yang merupakan bentuk kepedulian pemerintah dalam hal tindakan kuratif juga dilakukan kegiatan preventif  melalui penyuluhan langsung kepada masyarakat baik di tingkat lingkungan , kelurahan dan kecamatan. Pemerintah kota mataram melalu dinas kesehatan telah menganggarkan kegiatan sosialisasi tentang penyakit tbc di tingkat kecamatan  dan dilaksanakan di 6 kecamatan yang ada diwilayah kota Mataram, dengan tujuan untuk lebih menyebarluaskan informasi tentang penyakit tbc.

Pengamatan Jentik Berkala Dengan Melibatkan Para Kader Kesehatan di Lingkungan

Pengamatan Jentik Berkala dilaksanakan bertujuan mengetahui tingkat kepadatan jentik nyamuk serta mengevaluasi tingkat peran serta masyarakat dalam melaksanakan kegiatan pemberantasan Sarang Nyamuk.

Sasaran kegiatan ini adalah mengamati tempat-tempat penampungan air baik yang berada di dalam dan di luar rumah warga seperti bak air mandi, pot, barang-barang bekas yang bisa menampung air seperti ban bekas, kaleng-kaleng bekas dan lain-lain.

Karena keterbatasan dana kegiatan ini dilakukan secara sampling dengan mengambil 1 lingkungan per kelurahan yang ada diwilayah Kota Mataram, dengan melibatkan 5 orang kader terlatih untuk setiap lingkungan dan dipantau oleh petugas dari Puskesmas.

Pada kesempatan tersebut kader yang ditugaskan dibekali dengan bubuk abate yang dibagi-bagikan pada masyarakat sambil memberikan penyuluhan tentang perlunya melakukan pemberantasan sarang nyamuk melalui kegiatan 3 M dari masing-masing warga masyarakat sambil mengenalkan kepada masyarkat tentang ciri-ciri jentik nyamuk yang menjadi perantara penularan penyakit DBD.

Pada bebrapa lingkungan yang sempat kami pantau selam 2 hari, yakni tanggal 2 dan 4 Maret 2013, kami melihat antusiasme para kader melaksanakan kegiatan ini dengan mendatangi rumah-rumah warga dan melakukan pengamatan pada setiap container penampungan air sambil memberikan penyuluhan dari rumah ke rumah.

Semoga kegiatan ini bisa menampakkan hasil dalam menurunkan angka kejadian DBD di Kota Mataram pada khususnya.

Kegiatan Foging Fokus Untuk Mencegah Penyabaran Penularan Penyakit Demam Berdarah

Kecamatan Bebas BABS Akan Dideklarasikan

MATARAM, Lomboktoday.co.id—Bappeda Kota Mataram bersama beberapa instansi terkait, seperti Dinas PU Kota Mataram, Dikes, dan BPM Kota Mataram, mengadakan pertemuan membahas program pembangunan bidang Sanitasi di Kota Mataram. Selain itu, rapat koordinasi (Rakor) yang juga dihadiri perwakilan Forum Kota Sehat dan Relawan Kota Mataram ini, mengagendakan persiapan Kota Mataram untuk mendeklarasikan Kecamatan BABS (Bebas Buang Air Sembarangan) dan penyelenggaraan City Sanitation Summit (CSS) XIII.

Assisten II Setda kota Mataram, H Effendi Eko Sasmito, mengatakan, sebenarnya penyelenggaraan CSS XIII biasanya disatukan dengan penyelenggaraan Asosiasi Kabupaten/Kota Peduli Sanitasi (AKOPSI) tahun ini, yang akan diselenggarakan pada Mei 2013 mendatang. Tapi, karena pada Mei itu, NTB melaksanakan Pemilukada, maka CSS XIII diundur pada September 2013 mendatang. Sedangkan, penyelenggaraan AKOPSI kemungkinan tetap pada Mei, tapi di Jakarta.

‘’Program pembangunan bidang Sanitasi di Kota Mataram, dalam Rakor tersebut sebagai langkah awal dititik beratkan pada pencanangan Kecamatan bebas BABS atau Open Defecation Free (ODF) di Kecamatan Ampenan dan Cakranegara,’’ kata Eko di Mataram, Sabtu (19/1).

Eko mengatakan, dipilihnya dua kecamatan sebagai lokasi pencanangan ODF, lebih disebabkan persentase rata-rata kelurahan di dua kecamatan itu, telah bebas ODF lebih tinggi dibanding kecamatan lain di Kota Mataram.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, Dr H Usman Hadi mengatakan, dari 50 kelurahan yang ada di Kota Mataram, sudah 26 kelurahan yang bebas ODF. Dan 2013 ini, ditargetkan 15 kelurahan lagi yang akan bebas ODF.

Dalam kesempatan yang sama, Camat Cakranegara, H Ahsanul Khalik menjelaskan bila di kecamatannya telah diadakan pertemuan dengan para tokoh masyarakat untuk membuat awiq-awiq yang mengatur tentang BABS.

‘’Seperti di lingkungan Karang Bagu, Kelurahan Karang Taliwang, telah diterapkan awiq-awiq bahwa bagi warga yang kedapatan BABS akan didenda Rp5.000 pada saat pengurusan administrasi di lingkungan,’’ katanya.

Sedangkan di Sayang-sayang, katanya, warga yang BABS namanya akan diumumkan di masjid setempat dengan pengeras suara, tentu saja penerapan awiq-awiq ini dilakukan setelah peringatan secara tertulis maupun lisan tidak diindahkan oleh warga yang bersangkutan.(ar)

Melayani Sepenuh Hati