MELAYANI SEPENUH HATI

Category Archives: Kesga

PELATIHAN TATALAKSANA KASUS KEKERASAN TERHADAP ANAK TINGKAT KOTA MATARAM TAHUN 2016

Kabid Kesga Muhammad Carnoto, SKM sedang menyampaikan materi

Kabid Kesga Muhammad Carnoto, SKM sedang menyampaikan materi

UUD 1945 Pasal 28B Ayat 2 menyatakan bahwa setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi, selanjutnya Pasal 28H Ayat 1 menegaskan bahwasetiap anak berhak untuk memperoleh pelayanan kesehatan”. Kedua pernyataan tersebut menunjukkan komitmen Bangsa Indonesia untuk mengutamakan pembangunan dan perlindungan anak guna menjamin pertumbuhan dan perkembangan optimal.

Undang Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan Undang Undang Republik Indonesia No.23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak (UUPA) mendefinisikan  anak sebagai seseorang yang belum berusia 18 tahun, termasuk anak yang masih di dalam kandungan (pasal 1). Sejalan dengan UUD 1945, UUPA juga menegaskan bahwa setiap anak berhak untuk hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara wajar sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi (pasal 4) dan bahwa setiap anak berhak memperoleh pelayanan kesehatan dan jaminan sosial sesuai dengan kebutuhan fisik, mental, spiritual dan sosial (pasal8)

Petugas kesehatan sering kali merupakan orang pertama yang berhadapan dengan kasus KtA, karena korban biasanya diantar ke sarana pelayanan kesehatan seperti Puskesmas dan  Rumah Sakit akibat masalah kesehatan yang dialami. Tanpa pengetahuan penanganan medis KtA, rujukan medikolegal dan psikososial yang harus dilakukan, petugas kesehatan cenderung memberikan pengobatan saja sehingga kasus KtA  tidak ditangani secara komprehensif.

Melihat pentingnya peran tenaga kesehatan dan sesuai amanah Undang Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak yang mengharuskan pemerintah menyediakan fasilitas dan menyelenggarakan upaya kesehatan yang komprehensif bagi anak, maka Kementerian Kesehatan telah mengembangkan Puskesmas melakukan tatalaksana kasus KtA dan Pusat Pelayanan Terpadu (PPT)/ Pusat Krisis Terpadu (PKT) di Rumah Sakit sebagai rujukannya.

Dalam rangka pengembangan Puskesmas dan Rumah Sakit melakukan tatalaksana kasus KtA, perlu ditingkatkan kemampuan tenaga kesehatan di Puskesmas untuk penanganan kasus KtA secara komprehensif. Sehingga, perlu dilakukan pelatihan  Tatalaksana KtA di tingkat Kota Mataram. Pada tahun 2016, akan dilatih 20 orang pesertadari 11 puskesmas.

Tujuan Umum dari pelatihan ini nantinya diharapkan kepada peserta stelah mengikuti Pelatihan ini , peserta mampu melakukan Tatalaksana Kasus Kekerasan terhadap Anak.

Sedangkan tujuan khususnya adalah agar peserta mampu :

  1. Menjelaskan Pengertian (Kekerasan dan Penelantaran Anak)
  2. Menjelaskan sistim perlindungan anak dan peran tenaga kesehatan
  3. Menjelaskan tumbuh kembang anak
  4. Menjelaskan Faktor Risiko dan Dampak KtA
  5. Melakukan wawancara yang baik pada kasus KtA
  6. Menjelaskan pemeriksaan fisik dan penunjang (Pemeriksaan Medikolegal I)
  7. Menjelaskan pemeriksaan fisik pada kasus kekerasan seksual (Pemeriksaan Medikolegal II)
  8. Melakukan Interpretasi Pemeriksaan Medikolegal, Rekam Medis, dan Visum et Repertum.
  9. Mampu menjelaskan tatalaksana dan alur rujukan medis psikososial
  10. Menjelaskan asuhan keperawatan dalam tatalaksana kasus KtA
  11. Melaksanakan proses pencatatan dan pelaporan kasus KtA

Peserta Pelatihan

  1. Tenaga Kesehatan yang bertugas di Puskesmas (PNS)
  2. Tenaga kesehatan yang menangani kasus kekerasan terhadap anak yang terdiri dari :, Dokter, Perawat dan Bidan yang bertugas di puskesmas
  3. Belum pernah mengikuti Pelatihan Tatalaksana Kasus Kekerasan Terhadap Anak (KtA)

Pelatihandilaksanakan di Nirwana Water Park, Jl. Jendral Sudirman No. 99 Gegutu pada hariselasa tanggal 1 – 3 Juni  2016

Fasilitator Pelatih dari Pelatihan ini berasal dari : Dinas Kesehatan, Balai Pelatihan Tenaga Kesehatan (BPTK) Mataram dan dari Rumah Sakit Umum Propinsi NTB.

Proses Pembelajaran dalam pelatihan dilaksanakan selama 3 hari dengan jumlah jam pelajaran 34 JPL, Pembelajaran dilaksanakan dengan metode: ceramah tanya jawab, curah pendapat, penugasan diskusi kelompok, pengisian format-format, bermain peran dan presentasi.

Pelatihan ini dilaksanakan selama 3 (hari) dengan rincian kegiatansebaga iberikut

  1. HariPertama
  • Registrasipeserta
  • Pre test
  • Pembukaanolehkepalabidangpembinaankesehatankeluarga
  • BLC
  • PenyampaianMateriKebijakanPengembanganPuskesmasmampuKtA
  • PenyampaianMateritentangPengertiankekrasandanpenelantarananak, Sistemperlindungananakdantatalaksanadanalurrujukanmedispsikosial.
  1. HariKedua
  • PenyampaianmateritentangAspekHukumdanEtikaKtA
  • PenyampaianMateritentangtumbuhkembangdanFaktorresikokekerasanpadaanak
  • PenyampaianmateritentangPemerikksaanmedikolegaldaninterpretasipemeriksaanpemeriksaan
  1. HariKetiga
  • PenyampaianmateriTeknikwawancara
  • PenyampainmateriAsuhanKeperawatan
  • PenyampaianMateriPencatatandanpelaporan
  • Pre test
  • RTL
  • Evaluasikegiatan
  • Penutupan
Melayani Sepenuh Hati