Telpon: +623706177837 Email: [email protected]

INSPEKSI KESEHATAN LINGKUNGAN RUMAH SAKIT

Sanitasi adalah suatu usaha pencegahan penyakit yang menitikberatkan kegiatannya kepada usaha-usaha Kesehatan lingkungan hidup manusia. Menurut WHO, sanitasi lingkungan (environmental sanitation) adalah upaya pengendalian semua faktor lingkungan fisik manusia yang mungkin menimbulkan atau dapat menimbulkan hal-hal yang merugikan bagi perkembangan fisik, Kesehatan dan daya tahan hidup manusia.

Rumah sakit sebagai institusi pelayanan kesehatan yang didalamnya terdapat bangunan, peralatan, manusia (petugas, pasien dan pengunjung) dan kegiatan pelayanan Kesehatan, disamping dapat menghasilkan dampak positif berupa produk pelayanan kesehatan juga dapat menimbulkan dampak negatif berupa pencemaran lingkungan, sumber penularan penyakit yang dapat menghambat proses penyembuhan dan pemulihan pasien.

Adapun tujuan dari kegiatan Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) di Rumah Sakit Islam adalah untuk mewujudkan kualitas lingkungan yang sehat, bersih, dan nyaman bagi rumah sakit baik dari aspek fisik, kimia, biologi, radioaktivitas maupun sosial serta melindungi sumber daya manusia rumah sakit, pasien, pengunjung dan masyarakat yang ada di sekitar rumah sakit dari faktor risiko lingkungan dengan cara membuat jadwal pembinaan 2 (dua) kali dalam setahun.

Kegiatan IKL Rumah Sakit Islam dilakukan pada tanggal 14 Juni 2021 oleh Tim Kesehatan Lingkungan (Kesling) Dinas Kesehatan Kota Mataram. Tim Kesling melakukan IKL sesuai dengan Permenkes RI No. 7 Tahun 2019 tentang Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit. Adapun hasil yang ditemukan adalah tempat sampah sudah tertutup dan dilapisi dengan plastik kuning untuk sampah infeksius dan hitam untuk sampah organik. Ruang pengolahan dan penyajian makanan sudah memenuhi syarat. Setelah itu, tim Kesling melakukan pengambilan sampel air dan makanan yang bertujuan untuk mengurangi risiko terjadinya infeksi silang. Sampel bakteriologi diperiksa di laboratorium Dinas Kesehatan Kota Mataram.

Rumah Sakit Islam sudah memenuhi persyaratan sesuai dengan Permenkes RI No. 7 Tahun 2019, walaupun ada beberapa komponen yang belum dilaksanakan dikarenakan belum memiliki fasilitas berupa peralatan pemantauan kualitas lingkungan minimal dan belum memiliki tenaga sanitarian.

Related News