Telpon: +623706177837 Email: [email protected]

FOGGING ATAU PSN (PEMBERANTASAN SARANG NYAMUK)

Ada fogging ada DBD (Demam Berdarah Dengue). Fogging menjadi pilihan utama  masyarakat sebagai salah satu cara mengatasi masalah DBD, walaupun sebenarnya cara ini tidak efektif. Jika fogging dilakukan sebelum adanya kegiatan PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) di lingkungan tempat kejadian kasus DBD, maka pengendalian vektor penyebab kasus DBD akan tidak maksimal.

Fogging merupakan salah satu cara pengendalian vektor penyebab kasus DBD secara kimiawi yang menggunakan bahan insektisida untuk membunuh nyamuk dewasa. Insektisida adalah bahan kimia yang bersifat racun maka penggunaanya harus mempertimbangkan dampaknya pada lingkungan dan organisme bukan sasaran termasuk mamalia. Penggunaan insektisida tanpa memperhatikan konsentrasi yang tepat dan penggunaan yang berulang dalam jangka waktu lama di satuan ekosistem akan menimbulkan kekebalan pada nyamuk.  

PSN atau Pemberantasan Sarang Nyamuk sama seperti Fogging, sama-sama merupakan salah satu cara pengendalian vektor penyebab kasus DBD, namun dilakukan secara fisik. Kegiatannya dilaksanakan tidak membutuhkan bahan kimia/insektisida, cukup melakukan 3 M Plus (Menguras bak-bak penampungan air, Menutup tempat penampungan air, dan mendaur ulang barang-barang bekas yang dapat menampung air). Sedangkan plus lainnya dengan melakukan pemantauan jentik dengan mengganti rutin air pada pas bunga/tempat minum burung atau binatang peliharaan lainnya/menutup lubang-lubang pda potongan bamboo, dll.  PSN 3 M plus akan memberikan hasil yang maksimal jika dilakukan serentak, luas, terus menerus dan secara berkesinambungan. PSN Sebaiknya dilakukan minimal seminggu sekali, untuk memutus rantai pertumbuhan nyamuk pra dewasa menjadi nyamuk dewasa.

Jika membandingkan sisi efektif dan efisien dalam pengendalian vektor nyamuk penyebab DBD antara Fogging dan PSN, tentunya akan merujuk pada PSN, karena PSN tidak membutuhkan persyaratan harus ada DBD dalam pelaksanaannya. Justru melaksanakan PSN secara rutin, merata dan berkesinambungan, akan menyebabkan lingkungan aman dari vektor penyebab DBD. Sedangkan Fogging dalam pelaksanaannya butuh persyaratan harus ada 3 kasus DBD dalam radius 100 m2 dan proporsi jentik nyamuk hasil PE (Pemeriksaan Epidemiologi) adalah 20%. Fogging butuh biaya besar dalam pengadaan baik alat maupun bahan insetisidanya, sedangkan PSN hanya membutuhkan menggerakkan masyarakat dalam pelaksanaannya. Disamping efek samping dari bahan kimia insektisida, dalam pemakaian fogging harus dilakukan oleh tenaga teknis yang sudah terlatih, sedangkan kegiatan PSN bisa dilaksankan oleh siapapun tanpa membutuhkan keahlian tertentu .

Kementrian Kesehatan RI telah meluncurkan salah satu kegiatan PSN yang dilaksanakan di tingkat rumah tangga. Kegiatan tersebut disebut Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik (G1R1J). Sebagai pelaksana G1R1J  di tingkat rumah tangga adalah Jumantik Rumah. Jumantik Rumah adalah salah satu anggota keluarga rumah tangga yang di tunjuk melaksanakan pemantauan jentik di rumah dan lingkunga sekitar rumahnya sendiri minimal seminggu sekali. Sedangkan untuk G1R1J pada fasilitas umum (Fasum) pelaksananya disebut Jumantik Lingkungan, bertugas untuk memantau jentik di fasilitas umum yang di tempatnya bertugas (misalnya: Penjaga sekolah menjadi jumantik lingkungan di sekolah, dst). Kegiatan G1R1J di Kota Mataram sudah dilaksanakan pada tahun 2019 dengan melatih sebanyak 325 kader sebagai kader Jumantik di masing-masing lingkungannya.

Pengendalian DBD di Kota Mataram menggunakan pengendalian vektor terpadu, dimana PSN tetap menjadi acuan kegiatan rutin dalam bentuk kegiatan Gerakan 1 R 1 J. Jika ada kasus DBD, akan dilakukan Pemeriksaan Epidemiologi (PE) oleh Puskesmas. PE di sini dimaksudkan untuk mengetahui titik risiko penularan kasus DBD di sekitar lingkungan tersebut dan penemuan kasus DBD lainnya yang belum terlaporkan dan mengetahui proporsi jentik sebagai acuan bahwa perlu dilaksanakan Fogging. Sebelum fogging dilakukan masyarakat wajib melaksanakan PSN untuk membunuh jentik, karena fogging hanya mampu membunuh nyamuk dewasa, sedangkan jentiknya tidak bisa. Jika fogging dilakukan tanpa melaksanakan PSN, maka akan menyebabkan jentik yang tidak terbunuh karena insektisida akan berubah menjadi nyamuk dewasa dengan kemampuan hidup lebih kuat terhadap insektisida yang biasa digunakan.  Sehingga terkadang pada suatu wilayah walaupun telah dilakukan fogging berkali-kali selalu timbul kasus DBD lainnya (oleh : Ni Ketut Lisa Sutiyasih,SKM,M.Kes).

Related News