MELAYANI SEPENUH HATI

Kenalkan Ovitrap, Yakin Bisa Jebak dan Bunuh Jentik Nyamuk. 

OvitrapSelasa, 22 Maret 2016

Puskesmas Karang Pule punya gaya baru dan unik untuk membasmi nyamuk DBD. Dalam Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) yang dilaksanakan Minggu (20/3), pihak puskesmas memperkenalkan Ovitrap kepada warga. Apa itu?

***

MATAHARI mulai menampakkan diri ketika warga Perumahan Griya Pagutan melakukan PSN minggu (20/3) pagi kemarin (21/3). Sekitar pukul 07.00 Wita, warga terlihat beramai-ramai membawa sapu, sekop, cangkul dan beberapa alat lainnya untuk membersihkan lingkungan rumahnya.

Kegiatan ini sebagai tindak lanjut dari PSN massal di seluruh wilayah Kota Mataram. Pagutan Barat menjadi salah satu kawasan yang disisir. Sebab, korban DBD di wilayah ini sudah menembus sepuluh orang.

Dalam PSN ini, pihak Puskesmas Karang Pule ikut terlibat. Selain melakukan PSN seperti biasanya dengan 3M plus, yakni menguras, mengubur dan menutup  serta menghimbau warga menggunakan obat anti nyamuk, pihak puskesmas juga mensosialisasikan PSN dengan menggunakan ovitrap, atau jebakan jentik DBD.

“Ini adalah salah satu metode untuk pemberantasan DBD dengan membunuh jentik larva nyamuknya,” kata Raudatul Ilmi, petugas Promosi Kesehatan Puskesmas Karang Pule.

Dijelaskan, sebenarnya metode ini sudah lama disosialisasikan oleh Dinas Kesehatan Kota Mataram melalui puskesmas. Sayangnya, masih banyak masyarakat yang belum tahu akan metode ini.

Untuk itulah, dalam PSN yang digelar kemarin, pihak puskesmas memberikan pemahanam bagaimana membuat jebakan terhadap jentik nyamuk penyebab DBD ini.

Pembuatan ovitrap ini sangat sederhana. Cukup memanfaatkan bekas botol minuman plastik, kain kasa dan lakban. Botol plastik dipotong menjadi dua bagian. Kemudian kepala botol ditutup kain kasa dan dihadapkan terbalik ke dalam sisa potongan botol.

Semua bagian botol diberi cat warna hitam yang kemudian diisi larutan air gula dicampur ragi. Ini untuk memancing agar nyamuk DBD bisa terpancing dan bertelur di dalam jebakan ini.

“Nyamuk itu suka larutan ini dan sangat senang dengan warna gelap. Makanya kita cat hitam dan isi dengan air ini,” katanya.

Nantinya, nyamuk DBD akan tertarik untuk bertelur di dalam ovitrap. Namun, jentik yang sudah masuk di dalamanya tidak akan bisa berkembang biak karena tidak bisa keluar dari dalam botol yang sudah ditutup kain kasa.

“Nanti kalau jentiknya sudah banyak, tinggal dibuang airnya ke tanah. Jentiknya pasti akan mati,” jelas Ilmi.

Strategi ovitrap ini dijelaskan pihak Puskesmas Karang Pule sudah diterapkan di Thailand dan ampuh membunuh nyamuk DBD. Sehingga angka DBD di Thailand dikatakan bisa ditekan.

“Air yang terisi dalam ovitrap harus dibuang sebelum seminggu agar jentik tidak berkembang menjadi nyamuk,” terang Kepala Puskesmas Karang Pule dr Indri.

Dalam setiap rumah, minimal teradap satu botol ovitrap. Namun, kembali lagi tergantung luas areal rumah. “Nyamuk DBD ini juga karakteristiknya senang di tempat air bersih. Jadi jangan salah, meskipun airnya bening, belum tentu bebas dari jentik DBD,” lanjut dr Indri.

Sementara itu, Lurah Pagutan Barat Cahaya Samudra menjelaskan langkah PSN yang dilakukan Puskesmas Karang Pule merupakan sinergi yang baik antara pemerintah dan masyarakat dalam upaya meberantas DBD. Ia juga terlihat serius mengikuti sosialisasi pembuatan Ovitrap ini.

“Saya pikir langkah seperti ini sangat baik untuk membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya mencegah DBD daripada hanya sekedar melakukan fogging,” jelasnya. (Hamdani Wathoni/Mataram/r6).

One Response to Kenalkan Ovitrap, Yakin Bisa Jebak dan Bunuh Jentik Nyamuk. 

  1. I Gst Bgs Martha says:

    Di daerah Pagutan Timur belum di fogging padahal korban sudah mulai bertambah, fogging sdh dilakukan tapi tidak merata, yg ingin sy tanyakan kenapa fogging tidak merata.
    Trims sebelumnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Melayani Sepenuh Hati