PERTEMUAN KOORDINASI DA’I KESEHATAN DAN PETUGAS PROMKES SE-KOTA MATARAM TANGGAL 16 AGUSTUS 2014

Undang-undang Nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan, menyebutkan bahwa pembangunan kesehatan bertujuan meningkatkan kesadaran, kemampuan dan kemauan masyarakat untuk memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang optimal. Dengan demikian masyarakat secara luas termasuk Da’i kesehatan juga dituntut untuk berperan secara aktif dalam pembangunan kesehatan.

Da’i kesehatan sebagai salah satu penjabaran Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat, merupakan potensi yang sangat penting mengingat karakteristik pulau Lombok yang sangat fanatik pada Tokoh Agamanya. Sehingga diharapkan Da’i kesehatan tersebut dapat memberikan kontribusi dalam pembangunan kesehatan minimal lingkungan jama’ah dan masyarakat sekitarnya. Continue reading

ORIENTASI MANAJEMEN TERPADU BALITA SAKIT (MTBS) BAGI PETUGAS KESEHATAN DIKES KOTA MATARAM

Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram (dr. H. Usman Hadi (Tengah) Membuka Kegiatan Orientas MTBS di dampingi Kabid Kesga M. Carnoto, SKM, MM (kanan) dan Kasie Kesehatan Aremasila Sri Hidayati, SKM (kiri)

Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram (dr. H. Usman Hadi (Tengah) Membuka Kegiatan Orientas MTBS di dampingi Kabid Kesga M. Carnoto, SKM, MM (kanan) dan Kasie Kesehatan Aremasila Sri Hidayati, SKM (kiri)

Derajat kesehatan masyarakat dapat diukur dengan angka kematian/mortalitas, angka kesakitan/morbiditas, dan status gizi. Angka kematian kelompok rentan yaitu bayi, balita dan ibu merupakan indikator penting derajat kesehatan masyarakat. Kematian terutama pada bayi sangat berpengaruh terhadap umur harapan hidup, yang merupakan salah satu indikator dalam menghitung Indek Pembangunan Manusia (IPM). Continue reading

DIKES KOTA MATARAM MEMBERIKAN PENYULUHAN KESEHATAN REPRODUKSI PADA SISWA SLTP DAN SLTA

Penyuluhan Kesehatan Reproduksi Remaja sedang berlangsung di ruang kelas

Penyuluhan Kesehatan Reproduksi Remaja sedang berlangsung di ruang kelas

Pergaulan remaja saat ini semakin memprihatinkan. Gaya hidup yang terlampau bebas dan kurangnya pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi menyebabkan sex bebas semakin merajalela. Hubungan seks yang tidak disertai dengan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi dapat meningkatkan resiko penularan infeksi menular seksual atau IMS. IMS adalah penyakit-penyakit yang ditularkan melalui hubungan seksual yang manifestasi umumnya di alat kelamin dan sekitarnya. Bila tidak di obati secara tuntas akan menyebabkan komplikasi antara lain kemandulan, infeksi pada bayi dan kecatatan, kehamilan di luar kandungan dan meningkatnya resiko penularan HIV/AIDS. Continue reading

Mengenal Virus Corona MERS (MERS-CoV)

IMG_2222-1-kadek moelSejak bulan September 2012 yang lalu, dunia dihebohkan dengan sebuah virus baru yang menyerang sistem pernafasan. Virus yang sebelumnya disebut sebagai virus mirip SARS ini bernama Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus atau disingkat MERS-CoV. MERS-CoV adalah turunan atau mutasi baru dari virus Coronaviridae yang menyerang sistem pernafasan dan sebelumnya tidak pernah ditemukan pada manusia. Virus Corona MERS (MERS-CoV) ini muncul pertama kali pada tahun 2012 di Negara Timur Tengah seperti Jordania, Uni Emirat Arab dan Arab Saudi. Jenis2 virus corona yang telah terdeteksi adalah HCoV-229E, HCoV-OC43, SARS-CoV, NL63/NL/New Haven coronavirus, HKU1-CoV, NCoV (Novel coronavirus 2012) dan HCoV-EMC. Virus corona ini sangat berbahaya dan gejalanya susah dibedakan dari flu biasa. Gejala virus ini mirip dengan flu biasa namun lebih cepat menyebar ke paru-paru. Dan karena virusnya masih tergolong baru maka sampai saat ini belum ditemukan vaksin atau antivirus untuk mencegah MERS-CoV. Orang-orang yang rentan terserang MERS-Cov ini adalah orang yang memiliki kekebalan yang rendah seperti orang yang sedang sakit, usia lanjut, anak balita serta orang yang sedang kelelahan dalam perjalanan dan makan yang tidak teratur. Continue reading

KOTA MATARAM ELIMINASI MALARIA – HARI MALARIA SEDUNIA 25 APRIL 2014

Penyakit Malaria adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh parasit golongan Plasmodium dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles dan banyak tersebar diwilayah tropis. Saat ini malaria masih merupakan masalah kesehatan masyarakat di Indonesia terutama di beberapa Propinsi seperti Papua, Maluku, Maluku Utara, NTT dan juga Propinsi kita tercinta NTB.

Penyakit malaria menimbulkan dampak sosial maupun ekonomi. Dampak sosial yang terjadi adalah kematian dan berkurangnya  usia harapan hidup penduduk, sementara itu dampak ekonomi langsung yang ditimbulkan adalah biaya pengobatan, sedangkan yang tidak langsung adalah kehilangan waktu kerja, waktu sekolah serta biaya transportasi dan akomodasi lainnya.

Namun demikian, upaya untuk memberantas penyakit malaria tetap dilakukan. Dimulai pada tanggal 12 November 1959 Presiden Soekarno telah mencanangkan Gerakan Pembasmian Malaria melalui Komando Pembasmian Malaria (KOPEM) yang berhasil menurunkan jumlah kasus malaria secara bermakna khususnya di Pulau Jawa. Kemudian gerakan tersebut diubah secara bertahap menjadi upaya pemberantasan yang diintegrasikan kedalam sistem pelayanan kesehatan seperti Rumah Sakit, Puskesmas, Puskesmas Pembantu dan lain-lain. Continue reading

PERTEMUAN SOSIALISASI PROGRAM JAMINAN KESEHATAN NASIONAL ( JKN ) PADA LURAH SE-KOTA MATARAM

Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) adalah Program Jaminan Sosial Kesehatan Nasional yang diamanatkan dalam Undang-Undang No 40 tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN). JKN dikelola dan diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan, dengan mengacu pada prinsip asuransi kesehatan sosial. Dengan prinsip tersebut peserta wajib membayar iuran yang cukup terjangkau, dapat dilayani di semua wilayah Indonesia (portabilitias) dan mendapatkan pelayanan yang sama (equal) sesuai dengan standar iuran yang dibayarkannya. Program ini dilaksanakan dengan prinsip kendali biaya dan mutu, yang artinya ada integrasi antara pelayanan kesehatan yang bermutu dengan biaya yang terkendali. Continue reading