BIDAN PUSKESMAS SEKOTA MATARAM DILATIH TENTANG MENEJEMEN ASFIKSIA BAYI BARU LAHIR

DCIM100MEDIA

Pembukaan Kegiatan Pelatihan Oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram dr. H. Usman Hadi

Menurut survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI), Angka Kematian Anak menunjukan penurunan yang lambat. Angka kematian Neonatal mengalami stagnasi 10 tahun terakhir yaitu 20/1.000 Kelahiran Hidup pada SDKI 2002 menjadi 19/1.000 Kelahiran Hidup berdasarkan SDKI 2007 dan 2012. dan kasus kematian terbanyak pada kelompok umur neonatal.
Kasus Kematian bayi di Kota Mataram tahui 2014 sebesar 39 kasus dengan 89,74%(35 kasus) terjadi pada kelompok neonatal. Salah satu penyebab kematian bayi adalah Asfiksia (7 kasus) sebagai penyebab ketiga terbesar setelah BBLR (15 kasus) dan Kelainan Kongenital 9 Kasus).
Kondisi ini menunjukan penurunan dibandingakan dengan kematian bayi akibat Asfiksia pada tahun 2013 sebesar 15 kasus. Namun untuk jenis Komplikasi Neonatal ditemukan dan tertangani pada tahun 2014, Asfiksia merupakan kasus dengan jumlah yang paling besar ditemukan di masyarakat (306 kasus) diikuti dengan BBLR (283 kasus)
Salah satu upaya meningkatkan kemampuan petugas dalam penanganan BBL dengan asfiksia serta menurunkan angka kejadian kasus kematian akibat Asfiksia adalah mempersiapkan/membekali petugas Puskesmas dan jaringannya terkait dengan Manajemen Asfiksia Bayi Baru Lahir adalah dengan penyelenggaraan Pelatihan Manajemen Asfiksia Bayi Baru Lahir.DCIM100MEDIA

Tujuan Umum dari kegiatan pelatihan ini adalah agar petugas/bidan mampu melaksanakan manajemen Asfiksia Bayi Baru Lahir, yang mana setelah pelatihan ini peserta diharapkan memiliki kemampuan dan keterampilan berikut ini:
• Menjelaskan pengertian Asfiksia Bayi Baru Lahir dan Gawat Janin
• Demonstrasi menyiapkan Resusitasi Bayi Baru Lahir
• Menilai dan Memutuskan Bayi Baru Lahir perlu Resusitasi pada kasus
• Demonstrasi Resusitasi Bayi Baru Lahir pada model
• Menjelaskan Asuhan Pasca Resusitasi BBL, Demonstrasi Konseling dan Membuat Pencatatan
• Menjelaskan Asuhan tindak lanjut Bayi Baru Lahir Pasca Resusitasi pada Kunjungan Neonatal
• Menjelaskan langkah pencegahan infeksi pada resusitasi Bayi Baru Lahir

Metode pelaksanaan kegiatan Kegiatan dilaksanakan daiam bentuk :
- Ceramah dan diskusi
- Peragaan, Peragaan Balik, Pengamatan dan Umpan Balik
- Demonstrasi/bermain peran

Pelatihan ini dilaksanakan di Balai Pengembangan Tenaga Kesehatan (BPTK) Mataram sejak tanggal 20 s/d 25 April 2015 dengan rincian :
• Angkatan I, 20 – 22 April 2015 sebanyak 12 orang tenaga Bidan Puskesmas
• Angkatan II, 23 – 25 April 2015 sebanyak 12 orang tenaga Bidan Puskesmas

Pelaksana kegiatan ini adalah Kepala Bidang Kesehatan Keluarga seksi Kesehatan Anak Remaja dan Lansia dengan Penanggung Jawab Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram.

Fasilitator yang menyampaikan materi selama kegiatan ini semuanya berasal dari lingkup Dinas Kesehatan Kota Mataram.

HASIL PELAKSANAAN KEGIATAN
Kegiatan Pelatihan Manajemen Asfiksia bagi bidan dilaksanakan selama 3 (tiga) hari untuk masing-masing angkatan (2 angkatan) dengan peserta 12 (dua belas) orang untuk setiap angkatan. Adapun pelaksanaan kegiatan pelatihan adalah sebagai berikut:
a. Hari Pertama
• Pembukaan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram
• Penyampaian Materi Kebijakan terkait Akselerasi Kematian Bayi Oleh Kepala Bidang Pembinaan Kesehatan Keluarga
• Pre Test

• Penyampaian materi tentang pengertian Asfiksia Bayi Baru Lahir dan Gawat Janin, Demonstrasi menyiapkan Resusitasi Bayi Baru Lahir, Menilai dan Memutuskan Bayi Baru Lahir perlu Resusitasi pada kasus dan Demonstrasi Resusitasi Bayi Baru Lahir pada model

b. Hari Kedua
• Penyampaian materi tentang Asuhan Pasca Resusitasi BBL, Demonstrasi Konseling dan Membuat Pencatatan, Asuhan tindak lanjut Bayi Baru Lahir Pasca Resusitasi pada Kunjungan Neonatal dan langkah pencegahan infeksi pada resusitasi Bayi Baru Lahir
c. hari Ketiga
• Praktek komprehensif masing-masing perserta adalah terkait dengan materi yang telah disampaikan sebelumnya
• Post Test

Sinergi dan Kolaborasi antara ePuskesmas, SIKDA Generik dan Pcare untuk perbaikan pelayanan kesehatan di Indonesia

Tanggal 2015 Mar 17 10:34:19


Tanggal 04 Maret 2015 Tim ePuskesmas diundang oleh Pusdatin Depkes untuk melaksanakan pertemuan dengan agenda pembahasan kolaborasi antara ePuskesmas dengan beberapa aplikasi yang berada di bawah kemenkes, salahsatunya adalah aplikasi sikda generik, pcare dan komdat.

Kita ketahui sudah sangat banyak varian ataupun versi aplikasi Sistem Informasi Kesehatan Daerah yang diterapkan oleh Dinas Kesehatan di Indonesia, oleh karena itu Pusdatin ingin mengetahui secara detail ePuskesamas yang sudah diterapkan di banyak Dinas Kesehatan di berbagai wilayah di Indonesia, kemudian diharapkan aplikasi ePuskesmas dapat bersinergi dengan aplikasi lainnya di tingkat Pusat, seperti Sikda Generik, Pcare dan komdat.

Foto : Diskusi bersama Kapusdatin, Kemenkes

Pertemuan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Pusdatin drg. Oscar Primadi, MPH, Kepala Subbidang Pengembangan Sistem Informasi drg. Rudy Kurniawan, M.Kes, Kepala Subbidang Analis Data Kesehatan Yudianto, SKM, Msi, dan Kepala Bidang Statistik Kesehatan drg. Vensya Sitohang, M.Epid kemudian perwakilan dari PT. Inovasi Tritek Informasi sendiri adalah M. Hanif Dinada, ST selaku CEO & Founder dan Ganjar Santosa, ST selaku Business Development Manager.

Foto : Suasana diskusi bersama Kapusdatin dan Jajarannya

Selain membahas sinergi dan kolaborasi antar aplikasi, pusdatin pun bersiap untuk melihat sekaligus mendampingi Menteri Kesehatan Nila F Moeloek untuk meninjau secara langsung penerapan layanan ePuskesmas di Kota Makassar yang sudah berjalan enam bulan kedepan.

Dari hasil pertemuan tersebut tim ePuskesmas akan lebih intens berkoordinasi bersama Pusdatin mengingat masih banyak hal yang perlu dikerjakan bersama untuk mewujudkan pelayanan optimal menggunakan sarana sistem informasi kesehatan di Indonesia

Sumber : http://www.aplikasi-puskesmas.com

FOTO GROUP KARYAWAN PUSKESMAS MATARAM

Foto Group 12R1 copy

RANGKAIAN PERINGATAN HARI KESEHATAN NASIONAL DINAS KESEHATAN KOTA MATARAM TAHUN 2014

HASIL LOMBA BALITA SEJAHTERA INDONESIA ( LBSI ) TINGKAT KOTA MATARAM 2014

Penilaian LBSI

Penilaian LBSI

Masa Balita adalah masa yang sangat kritis, karena pada masa ini merupakan masa pembentukan landasan guna menuju ke tahap perkembangan selanjutnya. Oleh karena itu maka pada masa ini mutlak diperlukan perhatian dari aspek gizi, kecerdasan maupun pembentukan kepribadian.

PERETEMUAN PEER KONSELOR BAGI SISWA SLTA SEDERAJAD TINGKAT KOTA MATARAM TAHUN 2014

DCIM100MEDIADalam perkembangan kehidupan manusia, masa remaja merupakan masa yang sangat penting, setelah melewati masa kanak-kanak untuk menuju masa dewasa, dimana secara fisik akan mengalami pertumbuhan secara pesat dan perkembangan psikososial dan emosional. Pada periode ini remaja memerlukan informasi dan pengetahuan yang cukup agar memahami dan mampu menghadapi perubahan yang dialaminya.

PEMILIHAN KADER LESTARI TINGKAT KOTA MATARAM TAHUN 2014

Pembina Kader Lestari Berfoto bersama Kader yang berprestasi

Pembina Kader Lestari Berfoto bersama Kader yang berprestasi

Posyandu merupakan Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) yang paling berkembang dan paling besar kontribusinya dalam pembangunan kesehatan khususnya dalam bidang peran serta masyarakat.

Kader sebagai tulang punggung posyandu merupakan sumber daya yang sangat menentukan tingkat kemandirian posyandu, karena dalam indikator tingkat kemandirian posyandu jumlah kader merupakan indikator utama yang menentukan strata posyandu tersebut.