PERETEMUAN PEER KONSELOR BAGI SISWA SLTA SEDERAJAD TINGKAT KOTA MATARAM TAHUN 2014

DCIM100MEDIA

Dalam perkembangan kehidupan manusia, masa remaja merupakan masa yang sangat penting, setelah melewati masa kanak-kanak untuk menuju masa dewasa, dimana secara fisik akan mengalami pertumbuhan secara pesat dan perkembangan psikososial dan emosional. Pada periode ini remaja memerlukan informasi dan pengetahuan yang cukup agar memahami dan mampu menghadapi perubahan yang dialaminya.

Pada umumnya derajat kesehatan remaja lebih baik daripada masa bayi dan balita, dimana angka kesakitan dan kematian relatif rendah, akan tetapi masalah kesehatan remaja sangat kompleks. Masalah yang dihadapi remaja dari yang bersifat fisik seperti anemia, masalah kegemukan, masalah mental-kej iwaan seperti gangguan belajar, masalah perilaku beresiko seperti merokok, hubungan seks pra nikah hingga penyalahgunaan NAPZA, dan terjangkit HIV/AIDS. Bila kita kaji lebih mendalam, maka periode remaja merupakan window oportunity yaitu periode waktu yang tepat untuk menanamkan nilai-nilai, norma dan kebiasaan yang baik agar tidak mengalami masalah kesehatan di kemudian hari dan menjadi manusia dewasa yang sehat dan produktif.

Untuk mengatasi masalah kesehatan remaja diperlukan pendekatan yang adolescent friendly, baik dalam menyampaikan informasi maupun dalam menyediakan layanan kesehatan. Saat ini telah dikembangkan puskesmas yang mampu memberikan Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR), yang diharapkan menyediakan pelayanan kesehatan sesuai dengan masalah dan memenuhi kebutuhan remaja. Selain penyediaan pelayanan kesehatan, remaja perlu memperoleh informasi yang tepat dan salah satu cara menjangkau mereka adalah melalui peernya yaitu sesama remaja. Continue reading

PEMILIHAN KADER LESTARI TINGKAT KOTA MATARAM TAHUN 2014

Pembina Kader Lestari Berfoto bersama Kader yang berprestasi

Pembina Kader Lestari Berfoto bersama Kader yang berprestasi

Posyandu merupakan Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) yang paling berkembang dan paling besar kontribusinya dalam pembangunan kesehatan khususnya dalam bidang peran serta masyarakat.

Kader sebagai tulang punggung posyandu merupakan sumber daya yang sangat menentukan tingkat kemandirian posyandu, karena dalam indikator tingkat kemandirian posyandu jumlah kader merupakan indikator utama yang menentukan strata posyandu tersebut.

Dalam perkembangan posyandu selama ini pasang surut jumlah kader selalu saja terjadi dari tahun ke tahun, namun pelaksanaan posyandu tetap saja dapat berjalan setiap bulannya.

Untuk menjaga kelestarian kader posyandu berbagai upaya telah dilaksanakan oleh berbagai sektor namun masih tertuju kepada peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader saja. Dalam rangka mempertahankan kelestarian kader posyandu, Dinas Kesehatan Kota Mataram perlu mengadakan Pemilihan Kader Lestari Tingkat Kota Mataram. Continue reading

PERTEMUAN KOORDINASI DA’I KESEHATAN DAN PETUGAS PROMKES SE-KOTA MATARAM TANGGAL 16 AGUSTUS 2014

pertemuan da'i2Undang-undang Nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan, menyebutkan bahwa pembangunan kesehatan bertujuan meningkatkan kesadaran, kemampuan dan kemauan masyarakat untuk memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang optimal. Dengan demikian masyarakat secara luas termasuk Da’i kesehatan juga dituntut untuk berperan secara aktif dalam pembangunan kesehatan.

Da’i kesehatan sebagai salah satu penjabaran Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat, merupakan potensi yang sangat penting mengingat karakteristik pulau Lombok yang sangat fanatik pada Tokoh Agamanya. Sehingga diharapkan Da’i kesehatan tersebut dapat memberikan kontribusi dalam pembangunan kesehatan minimal lingkungan jama’ah dan masyarakat sekitarnya. Continue reading

ORIENTASI MANAJEMEN TERPADU BALITA SAKIT (MTBS) BAGI PETUGAS KESEHATAN DIKES KOTA MATARAM

Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram (dr. H. Usman Hadi (Tengah) Membuka Kegiatan Orientas MTBS di dampingi Kabid Kesga M. Carnoto, SKM, MM (kanan) dan Kasie Kesehatan Aremasila Sri Hidayati, SKM (kiri)

Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram (dr. H. Usman Hadi (Tengah) Membuka Kegiatan Orientas MTBS di dampingi Kabid Kesga M. Carnoto, SKM, MM (kanan) dan Kasie Kesehatan Aremasila Sri Hidayati, SKM (kiri)

Derajat kesehatan masyarakat dapat diukur dengan angka kematian/mortalitas, angka kesakitan/morbiditas, dan status gizi. Angka kematian kelompok rentan yaitu bayi, balita dan ibu merupakan indikator penting derajat kesehatan masyarakat. Kematian terutama pada bayi sangat berpengaruh terhadap umur harapan hidup, yang merupakan salah satu indikator dalam menghitung Indek Pembangunan Manusia (IPM). Continue reading

DIKES KOTA MATARAM MEMBERIKAN PENYULUHAN KESEHATAN REPRODUKSI PADA SISWA SLTP DAN SLTA

Penyuluhan Kesehatan Reproduksi Remaja sedang berlangsung di ruang kelas

Penyuluhan Kesehatan Reproduksi Remaja sedang berlangsung di ruang kelas

Pergaulan remaja saat ini semakin memprihatinkan. Gaya hidup yang terlampau bebas dan kurangnya pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi menyebabkan sex bebas semakin merajalela. Hubungan seks yang tidak disertai dengan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi dapat meningkatkan resiko penularan infeksi menular seksual atau IMS. IMS adalah penyakit-penyakit yang ditularkan melalui hubungan seksual yang manifestasi umumnya di alat kelamin dan sekitarnya. Bila tidak di obati secara tuntas akan menyebabkan komplikasi antara lain kemandulan, infeksi pada bayi dan kecatatan, kehamilan di luar kandungan dan meningkatnya resiko penularan HIV/AIDS. Continue reading

Mengenal Virus Corona MERS (MERS-CoV)

IMG_2222-1-kadek moelSejak bulan September 2012 yang lalu, dunia dihebohkan dengan sebuah virus baru yang menyerang sistem pernafasan. Virus yang sebelumnya disebut sebagai virus mirip SARS ini bernama Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus atau disingkat MERS-CoV. MERS-CoV adalah turunan atau mutasi baru dari virus Coronaviridae yang menyerang sistem pernafasan dan sebelumnya tidak pernah ditemukan pada manusia. Virus Corona MERS (MERS-CoV) ini muncul pertama kali pada tahun 2012 di Negara Timur Tengah seperti Jordania, Uni Emirat Arab dan Arab Saudi. Jenis2 virus corona yang telah terdeteksi adalah HCoV-229E, HCoV-OC43, SARS-CoV, NL63/NL/New Haven coronavirus, HKU1-CoV, NCoV (Novel coronavirus 2012) dan HCoV-EMC. Virus corona ini sangat berbahaya dan gejalanya susah dibedakan dari flu biasa. Gejala virus ini mirip dengan flu biasa namun lebih cepat menyebar ke paru-paru. Dan karena virusnya masih tergolong baru maka sampai saat ini belum ditemukan vaksin atau antivirus untuk mencegah MERS-CoV. Orang-orang yang rentan terserang MERS-Cov ini adalah orang yang memiliki kekebalan yang rendah seperti orang yang sedang sakit, usia lanjut, anak balita serta orang yang sedang kelelahan dalam perjalanan dan makan yang tidak teratur. Continue reading

KOTA MATARAM ELIMINASI MALARIA – HARI MALARIA SEDUNIA 25 APRIL 2014

Penyakit Malaria adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh parasit golongan Plasmodium dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles dan banyak tersebar diwilayah tropis. Saat ini malaria masih merupakan masalah kesehatan masyarakat di Indonesia terutama di beberapa Propinsi seperti Papua, Maluku, Maluku Utara, NTT dan juga Propinsi kita tercinta NTB.

Penyakit malaria menimbulkan dampak sosial maupun ekonomi. Dampak sosial yang terjadi adalah kematian dan berkurangnya  usia harapan hidup penduduk, sementara itu dampak ekonomi langsung yang ditimbulkan adalah biaya pengobatan, sedangkan yang tidak langsung adalah kehilangan waktu kerja, waktu sekolah serta biaya transportasi dan akomodasi lainnya.

Namun demikian, upaya untuk memberantas penyakit malaria tetap dilakukan. Dimulai pada tanggal 12 November 1959 Presiden Soekarno telah mencanangkan Gerakan Pembasmian Malaria melalui Komando Pembasmian Malaria (KOPEM) yang berhasil menurunkan jumlah kasus malaria secara bermakna khususnya di Pulau Jawa. Kemudian gerakan tersebut diubah secara bertahap menjadi upaya pemberantasan yang diintegrasikan kedalam sistem pelayanan kesehatan seperti Rumah Sakit, Puskesmas, Puskesmas Pembantu dan lain-lain. Continue reading